Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

7 Hukum Alam Semesta

. Rabu, 01 Januari 2014
0 komentar
7 Hukum Alam Semesta - Alam kita ini penuh dengan fenomena dan keajaiban. Daris egala fenomena dan keajaiban tersebut, terciptalah hukum alam semesta. Hukum alam semseta merupakan hukum yang dibuat dan berasa sejak awal mulai dari alam ini ada. Apa saja hukum alam itu, ini dia 7 Hukum Alam Semesta :
Photobucket
1. Hukum Sebab Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik

Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi

Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

5. Hukum Pelayanan
Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan

Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.

Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.

7. Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.
Read More..

Penjelasan Hukum Fizik Mengapa Lelaki Diharamkan Memakai Emas

.
0 komentar
emas
Di sini saya sediakan sebab- sebab mengapa emas haram dipakai oleh lelaki berdasarkan kepada sifat unsur-unsur sains mengikut pandangan Islam terhadap emas itu.
1. Dari sudut metafizik sains, lelaki bersifat +ve dan unsur emas juga +ve. Maka ianya berlawan dari segi magnet dan gelombangnya. Tekanan ini menyebabkan tulang akan mudah membengkok dan rapuh.
2. Emas adalah berwarna kuning oren dalam sistem gelombang adalah berelektrik untuk fungsi adrenalin buah pinggang. Maka ianya memberi kesan buruk ketahanan sistem buah pinggang dan perkumuhan. Penyakit gout, sendi dan batu karang mudah berlaku.
3. Emas juga beresonans tinggi dan tarikannya kewangan mampu membiaskan sifat riak dan takabur bagi lelaki yang memakainya.
MORALNYA JIKA ISLAM MENGHARAMKAN MEMAKAI EMAS BAGI LELAKI ADALAH TEPAT DARI SUDUT SAINS DAN MEMBERI KEBAIKAN UMAT MANUSIA. - Wallahualam.
p/s: Wanita adalah -ve dan emas +ve maka berseri-serilah si pemakainya.
Read More..

Hukum Gosok Gigi Di Siang Hari Ramadhan!

. Rabu, 18 Desember 2013
0 komentar
Soalan:
Assalamu’alaikum.. saya ingin bertanya hukum sebenar menggosok gigi di siang hari Ramadhan. Ada kata makruh, adakah sunat? apakah hukum sebenarnya? Terima kasih kepada Jabatan Mufti Perlis.
Jawapan:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وبعد:
Sememangnya terdapat perbezaan pendapat ulama tentang hukum bersiwak (menggosok gigi) selepas waktu zawal di siang hari puasa. Namun pandangan yang lebih kuat adalah yang mengatakan bersiwak hukumnya Sunat sama ada sebelum mahupun selepas waktu Zawal (selepas tergelincir matahari), di dalam bulan Ramadhan mahupun di luar bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis dari ‘Amir bin Rabi’ah RA yang berkata:
رأيتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم ما لا أُحْصِي يَتسوَّكُ وهو صائم
Mafhumnya: “Saya melihat Rasulullah SAW dalam kekerapan yang tidak terkira bersiwak sedangkan baginda berpuasa.”  (HR al-Tirmizi, dan dinilai Hasan oleh beliau)
Hadis ini tidak menyatakan sama ada sebelum mahupun selepas waktu Zawal. Sebaliknya pada kebiasaannya bersiwak dilakukan selepas dari waktu zawal. Ini kerana solat pada siang hari kebanyakannya dilakukan selepas waktu zawal, dan baginda menggalakkan bersiwak sebelum dari menunaikan solat.
Para ulama yang beranggapan makruh bersiwak selepas waktu zawal berdalilkan antaranya dengan hadis:
إِذَا صُمْتُمْ فَاسْتَاكُوا أَوَّلَ النَّهَارِ وَلا تَسْتَاكُوا آخِرَهُ
Mafhumnya: “Apabila kamu semua berpuasa, maka bersiwaklah pada awal waktu siang dan jangan bersiwak pada penghujungnya.”
Akan tetapi hadis ini Dhoief (Lemah) seperti yang dihukumkan oleh beberapa ulama hadis antara mereka ialah al-Zahabi di dalam Mizan al-I’tidal dan al-Daraqutni di dalam Sunannya. Oleh yang demikian hadis ini tidak boleh dijadikan hujjah. Selain itu hujah berikutnya yang dijadikan sandaran ialah hadis:
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Mafhumnya: “Benar-benarlah bau mulut orang yang berpuasa itu lebih baik di sisi Allah berbanding bau kasturi.”  (HR al-Bukhari dan Muslim)
Oleh yang demikian sebahagian para ulama berpandangan perbuatan bersiwak akan menghilangkan bau mulut yang terjadi kerana kesan dari ketaatan kepada Allah SWT dengan berpuasa, bau itu pula lebih baik di sisi Allah SWT berbanding bau kasturi.
Namun alasan ini tidak kuat, kerana bau mulut orang yang berpuasa tetap tidak akan hilang kerana bau itu sendiri datang dari perut yang kosong. Maka tujuan bersiwak pada ketika itu bukan menghilangkan bau mulut sebaliknya bertujuan membersihkan gigi. Justeru pandangan yang lebih kuat dalam permasalahan ini pada penilaian kami adalah pandangan ulama yang mengatakan bersiwak pada siang hari Ramadhan hukumnya adalah sunat, sama ada sebelum atau selepas waktu Zawal.
والله أعلم
Read More..