Tampilkan postingan dengan label lihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lihat. Tampilkan semua postingan

Mainan Jaman Kita Kecil Dulu ! Lihat Ini Anda Akan Menangis

. Selasa, 11 Maret 2014
0 komentar
jaman udah canggih sekarang udah jarang yang mainin permainan jaman kita masih kanak2 dulu ! semua hilang akibat besarnya era Teknologi jaman sekarang ini.

Anak anak jaman sekarang lebih memilih main facebook ke warnet dan main game online. dari pada main mainan waktu kita kecil

SEPERTI :

1. Taplak Gunung

[imagetag]

Mainan ini biasa dimainin sama anak cewek, tapi anak cowok juga sering nyobain demi menjalin pedekate sama anak cewek. Mainnya lempar batu, sampe mencapai level tertinggi (gunung), bahkan ada lagi level lebih tinggi diciptain, level bintang. Entah kenapa

namanya taplak gunung, padahal gunungnya nggak ditutupin pake taplak.

2. Gasing

[imagetag]

Gasing / Gangsing / Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

3. Monopoli

[imagetag]

Monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.

4. Kelereng

[imagetag]

Permainan paling ngangenin bagi kaum cowok (bukan karena punya kelereng), tapi pasti inget masa jayanya main kelereng menang terus sampe punya beberapa toples kelereng.

5. Layangan

[imagetag]

Paling cocok dimainin pas hari berangin kayak akhir-akhir ini. Peringatan: dapat menyebabkan kulit hitam dan rambut jadi berwarna gaul.

6. Petak Umpet

[imagetag]

Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.

7. Ular Naga

[imagetag]

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK SD).

8. Congklak

[imagetag]

Congkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

9. Pletokan

[imagetag]

Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.

10. bola Bekel

[imagetag]

Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

Itulah Permainan Jaman Dulu yang Telah Terlupakan versi ane gan.. Mari kita kenalkan kembali permainan permainan ini ke generasi di bawah kita gan.. Sayang banget mereka ga bisa nikmatin keasikan bermain permainan permainan ini hanya karena tuntutan jaman.. Kalau ane sih suatu hari nanti kalau ane udah punya anak pasti ane kenalin permainan permainan ini gan.

Sumber

#bcfda5
Read More..

Ibu lihat kemaluan putri sulongnya berlendir

. Kamis, 20 Februari 2014
0 komentar


DEPOK - Perilaku Firmansyah alias Eman ini memang bejat. Dia tega mencabuli bocah perempuan berusia 6 tahun. Iming-iming permen dan uang tiga ribu, warga Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok Jawa Barat, ini melakukan perbuatan amoral.

Akibat ulahnya itu, pelaku yang diketahui bandar judi totol gelap (togel) nyaris diamuk warga setempat, Senin 26 November 2012.

Ulah pria lajang itu terungkap setelah korban, Mawar, bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SD mengadu pada sang ibu.

Awalnya, Ani Marisa (orangtua korban), melihat ada yang aneh dengan kemaluan sang anak. Ia melihat, kemaluan putri sulungnya itu berlendir. Tadinya, Ani meyakini jika lendir yang ada disekujur kemaluan bocah malang itu hanyalah ingus.

Namun anehnya, ketika dibersihkan dengan air, Putri justru menjerit dan mengatakan jika kemaluannya sangat perih. Di sinilah kecurigaan Ani semakin menjadi.

Putri pun akhirnya menceritakan semua kelakuan bejat Eman, tetangga depan rumahnya sendiri. Tak terima, Ani dan suaminya, Sugeng Pianto sontak naik pitam.

Ditemani sejumlah kerabat, keluarga serta warga sekitar, pelaku cabul itu pun nyaris dihakimi massa di rumah kontrakannya. Beruntung, emosi warga masih bisa diredam ketua RT dan keamanan setempat.

"Warga dan keluarga korban memang sempat mengamuk. Tapi untung masih bisa diredam. Sekarang pelakunya sudah dibawa polisi," kata M. Daim, Ketua RT 07 kepada wartawan.

Lebih lanjut Daim menceritakan, pelaku yang baru 2 minggu mengontrak di wilayahnya selain sebagai bandar togel, juga penjual bensin eceran.

Menurut Daim, aksi cabul itu dilakukan pada siang hari, saat kondisi lingkungan sepi dan orangtua korban sedang bekerja.

"Korbannya dibawa ke kamar kontrakan. Iming-imingnya permen dan duit dua ribu sampai tiga ribu. Namanya anak-anak, mungkin belum tahu dengan hal-hal seperti itu (seks). Saat saya tanya, si korban mengaku kemaluannya digesek-gesek kemaluan si pelaku. Katanya, kelakuan itu sudah yang ketiga kalinya," jelasnya.

Kapolsekta Beji Ajun Komisaris Agus Widodo mengatakan, saat ini kasus dugaan pencabulan ini sudah ditangani pihak Polresta Depok Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA). Atas perbuatannya itu, pelaku diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak.
Read More..